Tahukah Anda bahwa {98|ninety eight}% orang yang mengunjungi {website|web site} kita belum tentu akan langsung membeli produk yang ditawarkan? Mereka hanya datang ke {website|web site}, melihat-lihat produk yang dijual lalu keluar dari laman situs. Kerap kali pula, mereka tidak datang lagi ke {website|web site} kita mungkin karena lupa alamat situs tersebut atau bahkan sudah membeli produk sejenis dari kompetitor.

Padahal sebenarnya kita bisa saja mengingatkan mereka tentang produk yang dijual selama mereka berselancar di {internet|web}, khususnya di Facebook, dengan menggunakan satu metode digital {marketing|advertising|advertising} yang sangat ampuh meningkatkan konversi penjualan. Metode tersebut adalah retargeting atau remarketing.

Retargeting adalah salah satu teknik digital {marketing|advertising|advertising} yang dapat membawa kembali seseorang yang pernah berkunjung ke situs kita namun mereka belum melakukan pembelian atau meninggalkan leads yang dapat terkonversi. Retargeting ini dapat dilakukan karena, setiap {user|consumer|person} yang mengunjungi situs kita, mereka akan meninggalkan “cookies” yang dapat melacak aktivitas digital mereka di {internet|web}. Cookies ini akan terus mengikuti mereka. Sehingga kita bisa menampilkan produk yang pernah mereka lihat melalui iklan.

Facebook {ads|advertisements|adverts} adalah salah satu platform iklan digital yang sangat {powerful|highly effective} dalam hal retargeting. Banyak {brand|model}, khususnya e-commerce, yang menggunakan {tools|instruments} retargeting dari Facebook Ads untuk meningkatkan konversi penjualan. Rasio konversi untuk iklan retargeting Facebook ini bisa mencapai 70%. Tentunya ini adalah metode yang tidak boleh dilewatkan jika kita ingin meningkatkan konversi penjualan atau menjaring potential leads dari pengunjung {website|web site}.

Baca Juga: Memahami Apa itu Content Marketing

Untuk bisa menggunakan teknik retargeting di Facebook, pertama-tama, yang harus dilakukan adalah memasang Pixel code ke dalam {website|web site}. Untuk {detail|element} cara pemasangannya, bisa dilihat pada Facebook Help Center berikut.

Artikel ini, akan mengulas bagaimana memanfaatkan Facebook Ads Retargeting untuk meningkatkan konversi penjualan atau potensial leads.

Mengingatkan pengunjung {website|web site} pada produk yang telah mereka lihat
Seperti yang telah disebutkan di awal artikel, sebagian besar pengunjung {website|web site} tidak melakukan pembelian atau meninggalkan {data|knowledge|information} mereka untuk dihubungi kembali. Hal tersebut bukan berarti pengunjung tidak tertarik dengan produk yang kita tawarkan. Bisa saja perhatian mereka teralihkan karena saat mereka mengunjungi halaman produk tersebut mereka sedang mengerjakan hal lain seperti sedang dalam perjalanan menuju kantor, bekerja, berkumpul bersama kerabat atau lainnya. Sehingga mereka lupa bahwa salah satu tab browser-nya sedang membuka halaman produk kita dan mereka menutup tab tersebut.

Dengan adanya Pixel Facebook di dalam halaman produk tersebut, kita bisa mengingatkan pengunjung halaman tersebut untuk kembali dan melakukan pembelian. Anda bisa melihat cara detailnya di sini.

Baca Juga: 5 Contoh Facebook Ads yang Menarik Bagi Masyarakat

Menggunakan Dynamic Retargeting Ads
Jika situs kita memiliki produk yang sangat banyak seperti e-commerce, tentunya akan sangat melelahkan memasukkan halaman tersebut ke dalam {custom|customized} {audience|viewers} pada Facebook Ads Manager. Satu {tools|instruments} yang bisa kita gunakan untuk mempermudahnya adalah dengan menggunakan dynamics {ads|advertisements|adverts}. Dynamics {ads|advertisements|adverts} akan membuat iklan yang muncul pada {user|consumer|person} berbeda satu sama lain bergantung pada {interest|curiosity} {user|consumer|person} tersebut. Facebook Pixel akan menelusuri cookies dan cache dari browser yang dipakai oleh {user|consumer|person}. Kemudian ia akan melakukan mapping untuk {interest|curiosity} berdasarkan hal tersebut. Dengan demikian, {user|consumer|person} akan mendapatlkan iklan dari produk yang sesuai dengan kepribadiannya. Untuk mengetahui cara menggunakan dynamic retargeting {ads|advertisements|adverts}, bisa lihat caranya di sini.

Mengingatkan kembali untuk menyelesaikan keranjang belanja
Hampir sama dengan kasus yang pertama, terkadang pengunjung situs lupa menyelesaikan belanjaannya karena hal-hal tak terduga. Tingkat rata-rata pengunjung tidak menyelesaikan pembelanjaannya adalah {65|sixty five}%.

Beberapa hal yang membuat {user|consumer|person} tidak menyelesaikan belanjaan adalah karena harga ongkos kirim yang mahal, {total|complete|whole} harga produk yang terlalu mahal, hingga proses checkout yang terlalu rumit. Gunakan retargeting untuk membawa mereka kembali ke keranjang belanjaannya. Tambahkan kode promo di dalam iklan agar mereka semakin tertarik untuk menyelesaikan pembelanjaan. Untuk cara menargetkan orang yang meninggalkan keranjang belanjaan kita bisa ikuti langkah-langkah berikut ini.

Berikan promo untuk {user|consumer|person} yang telah melihat video sampai durasi tertentu
Tidak hanya menargetkan orang yang berkunjung ke dalam {website|web site}, Facebook pixel juga bisa menargetkan {user|consumer|person} yang telah melihat video yang ada dalam {website|web site} kita. Secara teori, jika ada {user|consumer|person} yang menonton video kita atau iklan video dengan durasi yang cukup lama. Bisa disimpulkan mereka memiliki ketertarikan dengan produk atau jasa yang kita tawarkan.

Kita bisa mulai menganalisa konten yang ada di dalam video tersebut dan rerata durasi ketika {user|consumer|person} berhenti menonton. Dari situ kita bisa memasang tag pixel dan mengaturnya di dalam {custom|customized} {audience|viewers}. Dengan iklan ini, {user|consumer|person} akan merasakan privilege dari promosi iklan. Untuk menargetkan pengunjung yang menonton video, dapat dilihat caranya di sini.

Feature Image by Joshua Hoehne on Unsplash

By zaki1